Nabi Isa Akan Turun Pada Akhir Zaman Ditempat Ini



Suriah merupakan salah satu negara yang paling banyak menyimpan jejak sejarah peradaban Islam sejak zaman para Nabi. Dan meski saat ini negara tersebut tengah didera konflik berkepanjangan, Suriah tak kehilangan pesona sejarahnya.


Di ibukota negara ini, Damaskus, bahkan masih berdiri salah satu masjid yang sangat bersejarah dan disucikan umat Islam, yakni Masjid Umayyah atau lebih dikenal Masjid Agung Damaskus.

Masjid Agung Damaskus adalah salah satu saksi bisu perkembangan kekhalifahan Islam. Masjid tua ini dibangun sejak zaman Khalifah Al Walid bin Abdul Malik.

Masjid Agung Damaskus dibangun begitu megah, menjadikannya sebagai masjid terbesar pada masanya. Pembangunannya melibatkan para pengukir dan pemahat Koptik, Persia, India hingga Bizantium.

Komplek Masjid Agung Damaskus terdiri dari ruang salat utama, ditambah dengan halaman tengah yang dapat menampung ratusan jemaah sekaligus.

Sementara ruang salat ketiga sepanjang 160 meter, pada bagian plafonnya dilapisi kayu berukir. Didukung dengan tiang-tiang kolom dari reruntuhan bangunan kuil Romawi.

Fasad dari halaman dan arkade-nya ditutup dengan warna marbel, mozaik dari kaca dan lapisan emas.

Masjid ini merupakan masjid dengan mozaik berlapis emas terbesar di dunia. Dengan lebih dari 400 meter persegi mozaik berlapis emas.


Menurut beberapa sumber, Masjid Agung Damaskus ini adalah masjid pertama di dunia yang memiliki bangunan menara secara permanen dan menjadikannya sebagai bagian dari arsitektur masjid.

Di dalam komplek Masjid Agung Damaskus terdapat makam-makam penting yang mewarnai sejarah perjalanan Islam, antara lain makam Nabi Yahya AS. Adapula makam Panglima Islam, Salahuddin Al-Ayubi.

Sejak berabad-abad berdiri, Masjid Agung Damaskus sudah beberapa kali mengalami renovasi dan perbaikan karena kebakaran, yakni pada tahun 1069, 1401 dan 1893.

Tahun 1340 dan 1488, Khalifah Khalid bin Walid pernah merekonstruksi menara yang berada di sudut tenggara masjid. Menara tersebut kini dikenal dengan sebutan Menara Isa Almasih.

Ada satu hal menarik dari Menara Isa Almasih. Menara ini dipercaya oleh sebagian besar umat muslim sebagai tempat bakal turunnya Nabi Isa AS kembali ke dunia di akhir zaman untuk menumpas Dajjal.

Keyakinan akan hal tersebut muncul lantaran gambaran Menara Isa Almasih pernah disebutkan dalam sebuah hadist Rasulullah SAW.

Shahih Muslim, Kitab Al-Fitan wa Asyrathis Sa'ah, Bab Dzikr Ad-Dajjal 18:67-68, Aus bin Aus Ats-Tsaqafi meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan, "Isa bin Maryam akan turun di Menara Putih sebelah timur Kota Damaskus."

Beliau Alaihissallam turun di Menara Putih yang terletak sebelah timur kota Damaskus di Syam (Syiria). Beliau Alaihissallam menggunakan dua pakaian yang dicelup sambil meletakkan kedua tangannya pada sayap dua Malaikat, apabila beliau menundukkan kepala, maka (seolah-olah) meneteskan air, apabila beliau mengangkat kepala maka (seolah-olah) berjatuhanlah tetesan-tetesan itu bagai manik-manik mutiara. Dan tidak seorang kafir pun yang mencium nafasnya melainkan akan mati padahal nafasnya sejauh mata memandang.

Beliau turun di tengah golongan yang dimenangkan (ath-Thaa-ifatul Manshuurah) yang berperang di jalan haq dan berkumpul untuk memerangi Dajjal.

Beliau turun pada waktu didirikannya shalat Shubuh dan shalat di belakang pemimpin golongan tersebut. Beliau tidak membawa syari’at baru namun mengikuti syari’at yang dibawa oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top