Ulil Kembali Berkicau, Menentang Adzab Tuhan



Kicauan Ulil Abshar Abdalla kembali menuai kecaman dari nitezen. Mengapa tidak, dalam kicauannya, Ulil menuliskan lewat akun twitternya yang menentang adzab tuhan agar kiranya ditimpakan ke kaum LGBT jika seandainya itu benar.


"Sekali lagi saya ulang: Jika benar Tuhan mengazab Sodom karena LGBT, kenapa Dia tak mengazab negeri2 yg menolerir LGBT sekarang? Kenapa?"

Demikianlah kicauan Ulil di twitter, 8 Februari 2016

Sebenarnya ucapan-ucapan seperti ini pernah dilontarkan oleh kaum kafir dari umat-umat terdahulu kepada Nabi mereka. Mereka (kaum kafir) menolak bahkan menentang ajakan para Nabinya yang menyeruhnya untuk beriman kepada Allah SWT.

"Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik kafir Makkah) berkata: "Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih". (QS Al-Anfal: 32)

"Mereka (orang kafir) mengatakan: "Bilakah [datangnya] ancaman itu, jika memang kamu orang-orang yang benar?" (QS Yunus: 48)

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ankabut 53-55:

53. Dan mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Kalau tidaklah karena waktu yang telah ditetapkan, benar-benar telah datang azab kepada mereka, dan azab itu benar-benar akan datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadarinya.

54. Mereka meminta kepadamu supaya segera diturunkan azab. Dan sesungguhnya Jahannam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

55. Pada hari mereka ditutup oleh azab dari atas mereka dan dari bawah kaki mereka dan Allah berkata [kepada mereka]: "Rasailah [pembalasan dari] apa yang telah kamu kerjakan"

Kebanyakan manusia menyangka bahwa ditundanya azab menandakan ancaman tersebut hanya gertak sambal. Meremehkan dengan keadaan.

Lihatlah, betapa serupanya anggapan tokoh Liberal diatas dengan mereka! Namun, Allah menjelaskan mengapa menunda azab-Nya.

Allah SWT Berfirman:

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan perbuatannya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan diatas permukaan bumi satu makhluk yang melata pun! Akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu tertentu. Lalu, apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya. (QS Fathir: 45).

Terkait ayat ini, Syeikh Izzat Darwazah menyatakan dalam at-Tafsir al-Hadits:

Sesungguhnya, kebijaksanaan Allah hendak menguji umat manusia dan memberi mereka kesempatan-kesempatan untuk memilih jalan hidup serta amal perbuatan.

Allah tidak tergesa-gesa untuk menjatuhkan hukuman, agar penundaan itu bisa menjadi kesempatan bagi mereka untuk menjadi baik dan memperbaiki diri.

Dan sesungguhnya Kami merasakan kepada mereka sebahagian azab yang dekat [di dunia] sebelum azab yang lebih besar [di akhirat]; mudah-mudahan mereka kembali [ke jalan yang benar]. (QS As-Sajadah: 21)

Celakanya, kasih sayang dan kelembutan Allah justru dipersepsi sebagai main-main belaka. Padahal, ada disebutkan dalam Al Quran:

Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu, merasa aman [dari bencana] ditenggelamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau datangnya azab kepada mereka dari tempat yang tidak mereka sadari. Atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan, maka sekali-kali mereka tidak dapat menolak [azab itu]. Atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur [sampai binasa]. Maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengasih, Maha Penyayang. (QS an-Nahl: 45-47).

Karena kesombongan (mereka) di muka bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri. Tiadalah yang mereka nanti-nantikan melainkan (berlakunya) sunnah (Allah yang telah berlaku) kepada orang-orang yang terdahulu. Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu. (QS. Fathir: 43).

Semua perilaku mereka yang menyedihkan itu bersumber dari kesombongan mereka. Kicauan para penggagas paham liberal saat ini sebenarnya sama dengan pelecehan kaum kafir di masa lampau yang mengolok-olok ayat-ayat Al-Quran ketika dibacakan kepada mereka.

"Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih." (QS Lukman[31]: 7)

Wallahu a'lam

[Sumber: PortalPiyungan.com]

Baca Juga: Ulil Membela LGBT Dengan Alasan Penemu Komputer Adalah Seorang Gay, Bikin Nitezen Tertawa




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top