Anggota Dewan Ini Tetap Nyaman Tinggal Dirumah Kontrakan Meski Sering Bocor



Pria ini punya jabatan yang cukup strategis. Selain menjadi Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo, dia juga termasuk jajaran Wakil Ketua DPRD Surakarta. Bagaimana kesehariannya sebagai orang penting?


Ghofar, begitu sapaan akrab Abdul Ghofar Ismail tinggal di rumah kontrakan di jalan Semangka 50 Kerten, Solo. Sebuah bangunan lama dengan empat tiang tanpa otot besi, namun lumayan luas terdiri atas tiga kamar tidur, ruang tamu, ruang keluarga, kamar mandi dan teras.

"Karena bangunan lama, pada musim pengujan agak sering bocor dan harus memperbaiki di sana-sini," kata dia.

Banyak saudara dan temannya menyarankan untuk pindah kontrakan karena dianggap tidak pas untuk seorang anggota dewan tinggal di kontrakan seperti itu. Bahkan pernah, ketika sang istri sakit, banyak ibu-ibu pengajian uang menjenguk ke rumah dan langsung nyeletuk. "Rumah anggota dewan kok kayak begini?," ujar bapak enam anak ini menirukan ibu-ibu pengajian.

Kebiasaan hidup sederhana dan mandiri memang sudah dibiasakan sejak kecil. Ketika masih bujang, alumni Ma'had Al Binna dan Ma'had Lughoh Abi Bakar Ash Shidiq UMS ini hanya mempunyai pakaian sebanyak tiga lembar saja. "Satu dipakai, satu dicuci, satu disimpan," kisahnya.

Lulusan jurusan Matematika FMIPA UNS ini mengaku termasuk anak yang tidak pernah minta dibelikan barang-barang kebutuhan oleh orang tuanya. Sehingga kadang orang tua tiba-tiba membelikan baju atau yang lain tanpa sepengatuhannya.

Di balik sikap sederhananya itu, ternyata Ghofar merupakan murid berprestasi. Ketika SMA, dia pernah menyabet gelar siswa teladan 2 tingkat SMA Kota Surakarta. Dilanjut dengan juara 1 lomba pidato se KAresidenan Surakarta.

Meniti karir sebagai pengajar di SMA Al Islam 3, Ghofar didaulat sebagai Wakil Kepala Sekolah pada 1999 hingga 2009. Barulah karena dorongan rekan-rekan pengajian, dia mantap terjun ke dunia politik.

Ketua Yayasan Corps Dakwah Pedesaan Al Islam Surakarta ini sangat bersyukur karena mendapatkan istri yang juga memiliki pola hidup sederhana.

"Alhamdulillah mendapatkan istri yang mempunyai pola hidup sederhana meski dia putri kiai dan orang kaya," beber Ghofar.

Pernah suatu ketika sang mertua menawarkan rumah untuk ditempati daripada harus mengkontrak. Mendapatkan tawaran itu, pria yang bercita-cita ingin menjadi dosen ini pun menolak dengan halus. Ia memegang prinsip berusaha mandiri dalam menata kehidupan rumah tangga.

"Semoga anak-anak juga dapat mengikuti pola hidup sederhana," harapnya.

Dalam karir sebagai anggota dewan sekaligus pimpinan partai politik, Ghofar kerap mendapat nasihat dari gurunya agar tak hanya memiliki tiga lembar pakaian. "Antum (kamu) berdandan untuk yang mengundang kamu, bukan untuk antum sendiri, maka jaga kehormatannya," ucapnya menirukan.

[Sumber: pks-solo.or.id]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top