Mualaf Stef J Taylor: Setelah Aku Memilih Islam Mereka Membenciku Dan Menghinaku



Bismillah. Ini kisahku ketika awal masuk Islam yaitu pada 12 Desember 2013. Segera setelah berikrar syahadah, aku langsung memakai hijab. Saat itu ada seorang perempuan yang mencaciku dengan sebutan 'white teroris' atau teroris kulit putih. Lalu ada juga laki-laki yang mengusirku dengan mengatakan ‘pulanglah kamu ke negaramu’. Pulang ke mana? Ini negaraku, Amerika karena di sinilah rumahku.


Lain waktu, pegawai di salah satu mall memberiku pizza. Saat kutanya apakah pizza tersebut mengandung daging babi, dia mengatakan tidak. Saat pizza habis kumakan, dia baru memberitahuku bahwa pizza tersebut ada daging babinya.

Ada juga teman lama yang mengatakan padaku bahwa abangnya mencintaiku. Ia menyebutku bodoh hanya karena aku masuk Islam. Tidak berhenti di situ, ia pun mengirimkan gambar hewan babi di laman akun Facebook-ku. Berbagai fitnah pun dilontarkannya padaku.

Teman kerjaku pun berulah. Dia mengarang cerita fitnah berkaitan dengan orang-orang yang kusayang. Itu semua dilakukannya hanya karena ia berpikir bahwa aku telah melakukan hal yang bodoh yaitu dengan masuk Islam. Dan karena Islam pula, dia mengira aku akan kehilangan semuanya.

Tidak cukup sampai di situ kebencian mereka terhadap Islam. Salah seorang teman bahkan berkata bahwa jika aku terus bertahan dalam Islam, maka ia akan membuat hidupnya bagai neraka. Dan dia benar-benar melakukannya berusaha membuat hidupku  menderita. Tapi aku terlanjur cinta pada Islam dan tak pernah meninggalkannya.

Allah mengujiku setiap hari. Aku tahu hal ini. Awalnya aku begitu takut memberitahu orang-orang tentang agama baru yang kupeluk saat ini. Tetapi ketakutan itu kulawan dengan doa agar aku kuat menghadapi semua ini. Setelahnya, aku tidak lagi merasa takut.

1 Januari 2014, aku kehilangan semua orang-orang yang kusayangi. Tapi aku yakin dengan cara ini Allah menguatkanku dalam iman Islamku. Dan aku juga yakin bahwa dengan cara ini Allah sedang menguji kekuatan imanku setiap hari. Insya Allah aku bisa melewatinya. [voa]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top