Inilah Kaum Yang Keimanannya Paling Menakjubkan, Bukan Dari Kalangan Sahabat Ataupun Malaikat



Suatu hari Rasulullah saw bertanya kepada para sahabat:

"Siapakah orang mukmin yang paling kalian kagumi imannya?"

Para sahabat menjawab: "Para Malaikat." Rasulullah saw menjawab:

"Mereka pantas beriman karena mereka berada di sisi Rabb mereka."

Para sahabat kembali menjawab, "Kalau begitu, para Nabi?" Rasulullah saw menjawab:

"Mengapa mereka tidak beriman, sedangkan wahyu diturunkan kepada mereka."

Para sahabat kembali menjawab, "Kalau begitu, kami." Rasulullah saw menjawab:


"Kalian layak beriman karena aku berada di antara kalian. Orang mukmin yang keimanannya paling menakjubkan adalah suatu kaum yang datang sesudah kalian, mereka hanya mendapatkan lembaran-lembaran lalu mereka beriman kepada semua yang terkandung di dalamnya."[1]

Dalam perkara yang ditanyakan Rasulullah saw, kita mengetahui dengan jelas, bahwa kaum mukmin yang paling menakjubkan imannya adalah bukan para Malaikat, bukan para Nabi, juga bukan para sahabat, karena tiga golongan di atas pantas beriman.

Para Malaikat berada di sisi Rabb mereka, Malaikat menyaksikan, bagaimana kekuasaan dan kerajaan Allah swt. Begitu juga para Nabi, di mana wahyu diturunkan kepada mereka. Maka bagaimana mereka tidak beriman, para Nabi adalah hamba-hamba Allah yang paling layak beriman.

Adapun para sahabat, mereka berada di sisi Rasulullah saw. Mereka menyaksikan berbagai mukjizat Rasulullah. Kadang wahyu turun kepada Rasul, sedang mereka berada di samping. Mereka mendengar nasihat-nasihat, perintah dan larangan, langsung dari mulut Rasulullah saw, maka mereka layak beriman.

Siapakah orang yang paling menakjubkan imannya? Telah disampaikan oleh Rasulullah saw di atas, bahwa generasi yang datang sesudah para sahabat. Yaitu para tabiin, dan generasi seterusnya, sampai pada kita sekarang ini.

Kita tidak pernah melihat wajah Rasulullah saw. Kita tidak pernah mendengar nasehat, larangan, dan anjuran, langsung dari mulut Rasulullah saw.

Kita hanya mendapat lembaran-lembaran Al-Quran, lembaran-lembaran hadits, kemudian jika kita beriman kepada semua yang terkandung di dalamnya, tunduk dan patuh, maka kita termasuk orang-orang mukmin yang paling menakjubkan imannya. Insya Allah.

Kadang, betapa rindu kita kepada Rasulullah. Kadang kita berdoa, ya Allah hadirkan Rasulullah kepadaku dalam mimpi malam ini. Terkadang air mata ini jatuh membaca kisah-kisah Rasulullah. Kita rindu, kita cinta, kita yang hidup ribuan tahun jaraknya dengan Rasulullah saw.

Ibnu Jauzi menasehati, Saudaraku…! Cermatilah dirimu, karena engkau di zaman keberuntungan, waktu penaburan benih dan saat-saat yang penuh keutamaan. Waspadalah, jangan sampai engkau diperdaya musuh dari intan yang berharga ini, sehingga engkau menggunakannya secara mubazir.

Demi Allah, jika engkau melakukan itu, niscaya kau akan menanam pohon penyesalan, lalu pohon itu menjatuhkan berbagai kerugian kepadamu. Kenalilah kadar keutamaan yang dapat mengamankan intan ini, waspadailah segala tindakan pencurian, dan tabahkanlah dirimu, seakan-akan musim telah berlalu.[2]

Demikianlah dan segala puji hanya kepada Allah swt.

___________

[1] Hadits ini terdapat Kitab Sahih Tafsir Ibnu Katsir (Tafsir Surat Al-Hadid, Jilid 8. Hal 765). Imam Ibnu Katsir berkata, kami telah meriwayatkan hadits ini dari berbagai jalur periwayatan di permulaan Syarah Kitabul Iman dari Sahih Al-Bukhari.

Hadits ini juga terdapat dalam Kitab Kumpulan Hadits berjudul Majma al-Zawa’id, Karya Imam  Ali ibn Abu Bakr al-Haythami.

[2] Kitab At-Tabshirah Ibnu Jauzi, Jilid 2. Hal 266. Pustaka Azzam, 2014.




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top