Keterlaluan! Uang Palsu Ini Canggih Banget Hampir Mirip Aslinya



Uang palsu pecahan Rp 100.000 yang didapat Yatno pedagang gordyn di Pasar Kepuh Kuningan beberapa waktu lalu ternyata mempunyai kemiripan yang nyaris mendekati sempurna. Selain memiliki gambar air dan benang pengaman, juga terdapat gambar dalam bewarna hijau bertuliskan 100.000 yang muncul saat dicek dengan alat sinar UV sama seperti aslinya.

Arisman sedang memberikan informasi bagaimana membedakan uang palsu dan yang asli kepada pedagang

Seperti dibuktikan petugas pemantau pasar Kepuh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdindag) Arisman, uang tersebut sekilas seperti asli apalagi dengan kondisi kertas lembaran baru membuat pedagang pun akan menyangka uang tersebut asli. Begitu pun saat dicek dengan alat UV, pedagang akan diyakinkan dengan adanya kotak menyala bertuliskan angka 100.000 pada bagian gambar gedung DPR.

Yang meyakinkan uang tersebut palsu, kata Arisman, adalah pada benang pengaman yang ternyata tempelan tidak ditanam seperti pada uang asli. Selain itu gambar hologram logo BI dan nomor seri yang tidak berubah warna saat dicek dengan alat sinar UV.

"Memang pada nomor seri saat dicek dengan alat UV yang biasanya berubah warna, pada uang tersebut ternyata tidak. Namun canggihnya pada gambar gedung DPR muncul kotak menyala bertuliskan nominal 100.000 sama seperti aslinya," ujar Arisman.

Hal ini, kata Arisman, patut menjadi perhatian dan diketahui oleh masyarakat sehingga berhati-hati ketika menerima uang pecahan Rp100.000 lembaran baru. Tetap memraktikkan 3D yaitu Dilihat, Diraba dan Diterawang adalah cara jitu untuk memastikan uan tersebut asli atau palsu dan untuk lebih meyakinkan dicek lagi dengan menggunakan aat sinar UV yang bisa dibeli dengan harga murah sekitar Rp 30.000.

"Sekalipun terdapat gambar menyala tadi, namun jika ditemukan nomor seri tidak berubah warna maka dipastikan uang tersebut palsu. Pastikan lagi benang pengaman adalah tertanam bukan ditempel yang bisa dicek dengan cara dilipat dan dirasakan keberadaannya dengan jari," ujar Arisman.

Hal lain yang harus diwaspadai oleh pedagang, kata Arisman, adalah jangan terkecoh oleh penampilan seseorang. Tidak menutup kemungkinan seseorang yang berbelanja dengan jumlah banyak dan berpenampilan seperti ustadzah sekalipun menyelipkan beberapa lembar uang palsu di antara uang asli.

"Yang terpenting, tetap cek semua uang yang diterima dengan teliti dari siapapun dan jangan takut untuk menangkap kemudian melaporkan kepada petugas jika menemukan orang yang membayar dengan uang palsu," Ujar Arisman yang tak pernah lelah menyiarkan informasi tersebut melalui pengeras suara kepada pedagang di pasar setiap waktu, terutama saat ramai pembeli memasuki meremaan Lebaran seperti sekarang. [rcr]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top