Anak Tabrak Ibu Kandungnya Sendiri Hingga Tewas Mengenaskan Demi Uang Asuransi



Polisi masih menyelidiki kematian Ratina br Tampubolon (54) yang diduga sengaja ditabrak anak kandungnya, Rikardo Parinando Pardede (26).


Namun, berkembang dugaan di masyarakat bahwa RPP nekat membunuh ibunya demi mendapatkan uang asuransi ibunya. Diketahui, ibunya merupakan nasabah salah satu asuransi jiwa.

"Sejahat apapun seorang ibu kepada anaknya, tidak pernah seorang anak tega membunuh sadis ibu kandungnya," demikian penuturan sejumlah ibu-ibu warga sekitar rumah korban ketika ditemui wartawan, Rabu (3/8)

Warga yang sudah mengenal betul keluarga itu mengatakan tak percaya jika motif pembunuhan itu dikarenakan sakit hati Rikardo kepada ibunya, sesuai pengakuannya kepada polisi.

Warga mengatakan, almarhum Ratina beberapa bulan lalu masuk salah satu asuransi. Dan, diketahui bahwa jika anggota asuransi meninggal, pewaris akan mendapat santunan kematian yang bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Belum lagi jika peristiwa yang menyebabkan korban meninggal adalah karena kecelakaan lalulintas, dimana akan ada puluhan juta asuransi Jasaraharja yang akan diterima keluarga atau pewaris. Dan, alasan itulah yang diyakini warga lingkungan kediaman korban.

Masih kata warga, kecurigaan itupun semakin mengerucut jika dikaitkan dengan kondisi keuangan Rikardo. Sepengetahuan warga, kredit mobil Rikardo sudah menunggak beberapa bulan.

Kecurigaan yang sama juga dirasakan P Pardede dengan istrinya R br Siahaan, yang masih keluarga dekat alamarhum. "Jika itu (pembunuhan berencana, red) benar dilakukan Rikardo, kemungkinan besar alasannya adalah uang," begitu diungkapkan ketika ditemui di kediamannya, Rabu (3/8).

Mereka menerangkan, almarhum Ratina memiliki 4 anak. Dari suaminya pertama, dikarunai 2 anak laki-laki dan 1 perempuan. Kemudian, dari suami kedua, yakni almarhum Raja Pardede, dikaruniai 1 anak, yakni Rikardo Parinando Pardede.

Anak perempuan almarhum saat ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dan selalu memperhatikan ibunya, Ratina br Tampubolon. Bahkan, dia memasukkan ibunya menjadi anggota asuransi.

"Kalau tidak salah, premi iuran per bulan mencapai Rp1 juta. Dan, kalau meninggal dunia, pewaris menerima sekitar Rp350 juta," terang R br Sihaan.

Selain itu, anak perempuan almarhum juga memberikan modal usaha kepada adiknya, Rikardo. "Informasi yang kami dengar, uang itu dikirim Rp45 juta. Tapi yang dibayar Rikardo untuk DP mobil hanya sekitar Rp25 juta. Entah dikemanakan sisa uang itu. Padahal, kredit mobilnya kudengar sudah 3 bulan nunggak," timpal P Pardede.

Terpisah, Kapolres Tobasa AKBP Jidin Siagian menerangkan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), pihaknya juga masih memeriksa beberapa saksi.

Ditanya kebenaran dugaan warga itu, kapolres mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih dalam. "Untuk sementara, RPP belum bersedia diwawancarai," tandasnya.

[Sumber: pojoksatu.id]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top