Indosiar Minta Maaf Terkait Pemberitaan Syiah Wukuf di Karbala



Televisi nasional Indosiar meralat pemberitaan sebelumnya bahwa jamaah haji asal Iran melakukan wukuf pada 9 Dzulhijjah di kota suci muslim Syiah di Karbala Irak. Tayangan berita itu disiarkan pada Senin, 12 September 2016 pada program acara Fokus Pagi.


Pada tayangan berita yang direvisi Rabu, 14 September 2016, pada program yang sama, Indosiar menyebutkan, perginya muslim Iran ke Karbala untuk melakukan ziarah, bukan untuk wukuf sebagaimana yang diberitakan sebelumnya.

"Pemerintah Arab Saudi melarang jamaah haji asal Iran melakukan ibadah di tanah suci Makkah sehingga mereka berziarah ke Karbala dan melakukan doa Arafah di kawasan Imam Husein," sebut Indosiar.

Televisi swasta yang berlamat di Jalan Damai No. 11 Daan Mogot, Kebon Jeruk, Jakarta Barat itu dalam edisi revisi menyebutkan, banyak tuduhan selama ini muslimin Iran melaksanakan haji di Karbala Irak. Padahal setiap musim haji umat muslim seluruh dunia termasuk jamaah haji asal Iran berhaji di Makkah dan wukuf di Padang Arafah pada 9 Dzulhijjah.

"Namun pada tahun 2016 jamaah haji asal Iran tidak bisa melaksanakan ibadh haji karena pemerintah Arab Saudi melarang jamaah haji asal Iran untuk berhaji karena tidak ada jaminan keselamatan saat beribadah," lanjut Indosiar.

Sehingga muslimin asal Iran pada 9 Dzulhijjah berkunjung dan berziarah ke makam Imam Husein, cucu Nabi Muhammad saw di kota Krabala, Irak.

Menurut berita yang dilaporkan Indosiar, hubungan Iran dengan Arab Saudi memburuk saat tahun lalu jamaah haji asal Iran tewas terinjak-injak dalam musibah di Mina. Iran memprotes keras pengelolaan haji Arab Saudi yang dianggap bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Seluruh umat muslim berharap setiap tahun ibadah haji berjalan lancar dan aman, ini menjadi momentum persatuan umat Islam sedunia,"terang indosiar mengakhiri berita yang disiarkan pagi hari itu.

Terkait ralat berita yang baru saja dilaporkan, pihak Indosiar mengakui ada kesalahan pada pemberitaan sebelumnya. Manajer News Indosiar mengatakan, tayangnya berita berita sebelumnya karena kekurang tahuan dan kurangnya pengetahuan staf news mengenai ritual ziarah Syiah di Karbala.

Indosiar menyampaikan tidak ada maksud untuk menayangkan berita fitnah maupun memelintir untuk kepentingan satu kelompok. Untuk itu pihak Indosiar menyampaikan permintaan maaf atas kekeliruan tayang berita pada Senin, 12 September 2016.



[Sumber: beritadumay.com]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top