Jonru: Saya Bukan Penggemar Anies Baswedan, Tapi Tetap Saya Memilihnya Karena...



Ya, saya bukan penggemar beliau. Apalagi karena beliau pernah jadi timses Jokowi. Apalagi beliau cenderung liberal orangnya. Apalagi beliau pernah membully bahkan menghina Prabowo. Apalagi beliau pernah punya ide untuk menghapuskan acara doa di sekolah. Lengkaplah ketidaksukaan saya terhadap beliau.


Banyak teman yang selama ini satu "geng" dengan saya soal pilihan politik, tiba-tiba berbeda haluan. Mereka dengan tegas berkata, “Saya tidak akan memilih Anies-Uno.”

Lalu kenapa saya tetap memilih Anies-Uno? Karena:

1. Saya sangat paham, bahwa Pilkada DKI 2017 kali ini tidaklah mudah. Kita harus bisa mengalahkan si Petahana yang sudah kita tahu bersama gimana orangnya.

2. Anies Baswedan memang liberal. Tapi kadarnya masih ringan, dan jiwa nasionalisme beliau masih ada. Inilah yang menjadi salah satu pertimbangan kenapa Gerindra dan PKS memilih beliau.

3. Ada isu bahwa Anies Baswedan itu Syiah. Saya sudah mendapat klarifikasi dari seorang yang terpercaya, bahwa isu tersebut tidak benar.

4. Saat menjadi Menteri, kinerja dan prestasi beliau sangat bagus. Di antara mayoritas menteri Jokowi yang gak jelas kerjanya itu, Anies Baswedan termasuk yang menonjol karena prestasi dan hasil kerjanya yang bagus.

5. Jika ingin mendapatkan pemimpin yang ideal, saya sih pengennya pemimpin yang religius, islamnya lurus, jujur, amanah, dan profesional dalam bekerja. Dan Anies Baswedan sangat jauh dari kriteria ini.

Namun kita juga hendaknya REALISTIS. Kita belum bisa menghadirkan pemimpin yang seperti itu.

Jadi apakah kita harus golput karena tak ada calon yang ideal? Hehehehe… Golput justru akan menguntungkan si petahana. Golput sama saja mendukung si petahana jadi gubernur lagi. Anda mau seperti itu?

Maka, yang harus kita lakukan adalah MEMILIH YANG MUDHARATNYA PALING SEDIKIT. Dan memurut saya, Anies-Uno-lah yang mudharatnya paling sedikit.

6. Teman-teman boleh memilih Agus-Sylviana. Mereka berdua juga muslim, Dan saya sarankan janganlah kita berseteru antara pendukung Anies vs Agus.

LAWAN KITA YANG SEBENARNYA ADALAH PETAHANA. Jangan salah fokus. Jangan sampai Si Petahana kegirangan karena kita asyik berseteru “Pendukung Anies vs Pendukung Agus”. Jika ini terjadi, si Petahana beserta para gengnya yang akan bersorak riang gembira.

7. Dan saya memutuskan untuk memilih Anies-Uno. Bukan karena saya menganggap mereka pemimpin terbaik. Namun saya beranggapan bahwa mereka adalah yang paling lumayan di antara tiga calon yang ada. Saya tidak memilih Ahdjrot karena Anda pasti tahu sebabnya. Saya tidak memilih Agus-Sylviana karena alasan yang sudah saya jelaskan pada status sebelumnya.

8. PKS sudah menunjukkan sikap yang sangat legowo, merelakan diri mereka tidak dapat jatah. Karena mereka memikirkan kepentingan bangsa. Gerindra pun demikian. Suara mereka mayoritas di koalisi ini. Namun mereka rela jadi Cawagub.

9. Pak Prabowo bahkan rela dan ikhlas mendukung Anies. Padahal kita tahu sendiri bagaimana dulu kejamnya Anies Baswedan membully pak Prabowo.

Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa Prabowo itu SANGAT IKHLAS orangnya. Jadi tuduhan kubu sebelah bahwa beliau itu penculik, psikopat, dst pun terbantahkan dengan sangat telak.

10. Fakta pada nomor 8 dan 9 di atas menjadi salah satu alasan utama saya. Bahwa pasangan Anies-Uno didukung oleh dua parpol yang terbukti lebih mengutamakan kepentingan bangsa ketimbang kepentingan kelompok masing-masing.

11. Walau saya mendukung Anies, tapi insya Allah tidak ada yang berubah pada diri saya. Saya tetap anti JIL, tetap anti liberal, anti sekularisme, anti pluralisme. Namun saya pendukung pluralitas. Harap bedakan antara pluralisme dengan pluralitas. Silahkan googling jika ada belum tahu apa bedanya.

12. Anies Baswedan bukan nabi, apalagi tuhan. Mendukung beliau pada Pilkada DKI bukan berarti saya harus mengorbankan idealisme saya yang menentang keras paham liberalisme dst. Naudzubillahi min dzalik bila itu terjadi.

13. Sekali lagi: Saya mendukung Anies Baswedan karena beliau adalah cagub yang paling lumayan di antara tiga calon yang ada. BUKAN karena beliau calon yang paling ideal. Bicara soal ideal, TAK ADA SATU PUN CALON YANG IDEAL.

14. Saya mendukung Anies-Uno bukan karena saya kader PKS. Sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa:
– Saya pernah menentang PKS karena mendukung kenaikan harga BBM
– Saat dulu PKS mendukung SBY jadi capres, saya justru memilih JK-Wiranto
– Saat PKS memecat Fahri Hamzah, saya justru membela Fahri Hamzah dan menyayangkan keputusan PKS tersebut.

Bagi saya, yang harus dibela itu Islam, bukan partai. Sebab di akhirat nanti, kita tidak akan ditanya apa “partaimu”.
Saya mendukung Anies-Uno karena saya punya alasan kuat secara pribadi, bukan karena mereka didukung oleh PKS.

Insya Allah tak ada yang bisa memerintah atau mengendalikan saya, kecuali Allah dan Rasulullah. Saya ini orang bebas.

Lagipula saya di PKS buka siapa-siapa. Bahkan banyak orang di PKS yang tidak suka pada saya.

Beberapa waktu lalu, ada kader PKS yang bikin tulisan yang intinya mengkritik saya, dia bilang dia tidak suka pada saya, dan tulisan itu disukai oleh banyak kader PKS. Dan bagi saya, itu sah-sah saja, tak ada yang aneh. Dan ini membuktikan bahwa saya mengelola fan page ini atas nama pribadi, bukan atas nama parpol manapun.

Demikian dari saya. Sebenarnya masih banyak yang hendak saya sampaikan. Tapi tak apalah, untuk sementara itu saja dulu.

Semoga bermanfaat. ANDA BEBAS BERBEDA PENDAPAT DENGAN SAYA. ITU HAK ANDA.

Jika Anda termasuk lovers di fan page ini, dan memutuskan untuk memilih Agus-Sylviana, DIPERSILAHKAN. Itu hak Anda. Yang penting kita saling menghormati, dan saling menyerang hanya akan merugikan kita dan hanya akan menguntungkan Si Petahana.

Musuh kita yang sebenarnya adalah si petahana. JANGAN SALAH FOKUS, JANGAN MENYERANG ORANG YANG SALAH.

Terima Kasih, Salam Sukses Selalu!

[FB - Jonru]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top