Sungguh Memalukan! Abbas Lebih Menangisi Kematian Simon Peres Ketimbang Warga Palestina



Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas mendapat reaksi keras dari rakyat Palestina setelah ia terlihat menangis atas kematian mantan Presiden Israel Shimon Peres saat menghadiri pemakamannya, Jumat (30/9/2016).


Mahmoud Abbas telah tertangkap di foto menangis selama pemakaman mantan Perdana Menteri dan Presiden Israel Shimon Peres di Mount Herzl Cemetery, Yerusalem.

Reaksi Abbas memicu kemarahan di media sosial; banyak yang mengkritik Abbas karena tidak menangisi rakyat Palestina yang dibunuh oleh Israel.

Seperti dilansir Lembaga Studi Al-Quds dalam peringatan satu tahun Intifada, Jumat (30/9), bahwa jumlah korban tewas warga Palestina selama setahun mencapai 249 syuhada, tertinggi korban syahid dari Hebron sebanyak 77 syahid, korban luka mencapai 18,300 korban luka di Tepi Barat, Al-Quds dan wilayah Palestina jajahan 1948.

Banyak warga Palestina mengungkapkan reaksi mereka dengan mengatakan bahwa apa yang dilakukan Abbas sebagai sebuah hal "memalukan".

Pemimpin Gereja Kecam Abbas Karena Ikut Pemakaman Peres


Tokoh Kristen Palestina, Bapa Manuel Musallam, pendeta dari Gereja Latin, melontarkan kecaman bernada keras kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas, karena keikut sertaan Abbas di pemakaman mantan Presiden Israel Shimon Peres.

Manuel Musallam mempertanyakan, "Apakah Ariel Sharon menghadiri pemakaman Abu Ammar (Yaser Arafat) dan menangisinya wahai Tuan Presiden, agar hutang terbayar dengan air mata buaya (menangisi) Peres? Apakah lonceng dibunyikan di gereja-gereja dan suara al-Quran di kumandangkan di menara-menara masjid karena bersedih guna menyampaikan perasaan kesedihan Anda ke rumah duka Zionis sang pembunuh rakyat Palestina dan menduduki tanah Anda serta penghisap darah para syuhada Palestina?"

Manuel Musallam menyatakan kepada Abbas, "Hari ini dengan tindakan Anda ini, Israel telah menjajah semua hak Palestina secara keseluruhan. Hari ini telah jatuh proyek nasional Anda. Hari ini telah jatuh Otoritas Palestina dan semua institusinya."

Dia melanjutkan, "Hari ini Anda telah terusir dari hati orang-orang merdeka. Carilah untuk diri Anda sebuah gua di tengah-tengah para pencuri Israel untuk berlindung ke dalamnya."

Manuel menambahkan, "Hari ini telah Anda mulai akhir perjuangan Anda. Telah Anda mulai akhir perjuangan rakyat Palestina untuk mengalahkan musuh dalam kedaan mati terhina pada saat sedang membela haknya melawan kedzaliman Zionis."

Di akhir pesannya, Pendeta Manuel Musallam mengatakan, "Kami tahu bahwa kami dalam bahaya apabila kami melawan Anda. Karena Anda berada di pusat kekuasaan batil. Bisa jadi hidup kami terancam terhinakan hingga binasa. Namun kami akan berusaha merubah dengan semua harapan kami untuk berani dan mengatakan kepada Anda, "Rakyat ingin Presiden hengkang."

[melayu.palinfo.com/portalpiyungan.com]




 
About - Contact Us - Sitemap - Privacy Policy
Back To Top