Alhamdulillah, 58,2 Persen Warga Jakarta Tolak Penista Agama Jadi Gubernur



Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA kembali mempublikasikan temuan survei pilkada DKI 2017.

Kali ini, LSI mensurvei perolehan suara pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta oleh pemilih yang menggunakan media sosial (medsos).


Dalam temuannya, pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno mampu mengungguli petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) dalam semua aplikasi medsos, terkecuali Twitter.

Salah satu faktor keunggulan Anies-Sandi ketimbang Ahok-Djarot, yakni pengguna medsos tak nyaman dengan status Ahok sebagai terdakwa kasus dugaan penistaan agama.

"Sebesar 58,25 persen dari para pengguna medsos menyatakan bahwa mereka tak rela gubernur nantinya dipimpin oleh terdakwa kasus penistaan agama," kata Peneliti LSI, Rully Akbar menerangkan, di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (21/3).

Sementara itu, hanya 28,45 persen dari para pengguna medsos pemilih Ibu Kota yang tidak mempersoalkan status terdakwanya sang petahana jika terpilih kembali menjadi gubernur.

"Kurang dari 30 persen," pungkas Rully.

Di Facebook, para pengguna memantapkan hati memilih Anies-Sandi.

Lalu, di Instagram para pengguna lebih banyak menyatakan dukungannya terhadap paslon nomor urut tiga itu.

Sedangkan di Twitter, Ahok-Djarot baru mampu mengungguli Anies-Sandi.

Survei terhadap pengguna medsos oleh LSI Denny JA dilakukan pada 27 Februari-3 Maret 2017 di Jakarta.

Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 440 responden.

Responden dipilih dengan menggunakan metode multistage random sampling.

Margin of errof survei ini plus minus berada pada angka 4,8 persen.‎ [fajar.co.id]