Ini Alasan Anak Kandung dan Suaminya Gugat Ibu Kandung Rp 1,8 M, Bikin Geleng-geleng Kepala yang Membacanya



Kasus anak kandung dan suaminya menggugat ibu kandung sampai Rp 1,8 miliar di Garut, bikin geger. Kasus ini bermula saat seorang anak Siti Rokayah (83), meminjam uang kakaknya, Yani Suryani dan suaminya Handoyo Andianto sebesar Rp 42 juta tahun 2001 lalu.

Siti Rokayah

Namun dari 42 juta, yang dibayar baru Rp 22 juta. Masih ada sisa Rp 20 juta. Namun kemudian Yani dan suaminya mengajukan gugatan Rp 1,8 miliar dengan alasan bunga dan dihitung dengan kenaikan harga emas.

Apa maksud mereka melakukan hal itu?

Penggugat ibu, Handoyo Andianto menyatakan, upaya hukum menggugat ibu mertuanya ke Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, Jawa Barat, hanya ingin meluruskan persoalan utang piutangnya yang benar secara hukum.

"Ini (persidangan) kan cuma meluruskan persoalannya saja," kata Handoyo Andianto suami dari anak kandung tergugat, Siti Rokayah (83) saat menghadiri sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, Kamis (30/3). Demikian dikutip Antara.

Sidang yang dimulai sekitar pukul 10.45 itu hanya dihadiri penggugat dan anak serta kerabat tergugat, sedangkan Siti Rokayah tidak menghadiri sidang karena kondisi fisik yang lemah.

Handoyo yang datang dari Jakarta itu sempat menjadi sasaran sejumlah media massa untuk dimintai keterangan sebelum sidang dimulai.

Dia menyampaikan persoalannya yang berlanjut ke persidangan itu merupakan jalan hukum terbaik yang disediakan negara. Menurut dia, pengadilan merupakan wakil-wakil tuhan untuk menyelesaikan persoalan secara adil.

"Negara ini supremasi hukum tidak, di sini kan tempat wakil-wakil tuhan," katanya.

Dia mengungkapkan, tidak ada niatan untuk menguasai harta atau rumah milik ibu mertuanya itu. Handoyo menyatakan penjelasan tentang kasus tersebut akan disampaikan pada persidangan.

"Itu salah jika miliki rumah, nanti di persidangan, enggak begitu, kita lihat sidang," katanya.

[Sumber: merdeka.com]