Daripada Terus Menghina, Tim Siber Anies-Sandi Ajak Ade Armando Bergabung



Dosen Komunikasi Universitas Indonesia sekaligus pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, Ade Armando menyebut kekalahan Ahok di Pilkada DKI memiliki arti lebih banyak orang bodoh ketimbang orang pintar di Jakarta.


Anggawira, tim pemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mengajak Ade untuk menjadi pembina tim siber Anies-Sandi, INSIDER. Sebab, Anggawira menilai ide- ide kreatif dari Ade Armando harus disalurkan untuk berkontribusi membangun Jakarta bersama ke depan

“Daripada terus menghina, kita kan menilai beliau sebagai dosen yang berprestasi. Untuk itu, kita ingin ajak beliau jadi pembina dari tim cyber Anies-Sandi aja, di INSIDER," ujar Anggawira, Minggu (23/4/2017).

Menurutnya, ini bukan kali pertama kaum intelektual mengeluarkan hinaan dan hujatan kepada Anies - Sandi maupun tim pemenangannya, di saat seharusnya mereka menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat awam dalam bersikap dan menyampaikan aspirasi di media sosial.

"Seharusnya Ade Armando bisa menunjukkan sesuatu yang membangun daripada terus-terusan nyinyir. Pilkada telah usai," kata Angga.

Ia cukup percaya diri bahwa misi yang dibawa Anies- Sandi akan membawa Jakarta menjadi lebih baik.

"Kemenangan Anies- Sandi adalah kemenangan seluruh masyarakat Jakarta yang menginginkan adanya perubahan yang lebih baik,” papar Juru Bicara pasangan Tim Anies- Sandi itu.

Sebelumnya, dalam akun Facebook miliknya, Ade Armando secara frontal memosting, "Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau sekarang Ahok kalah artinya jumlah orang bodoh jauh lebih banyak daripada orang pinter. Simpelkan?," demikian tulis Ade, Kamis (20/4/2017).

Status tersebut langsung ramai menuai reaksi dari para netizen. Hingga Minggu pukul 07.35 WIB, status itu 258 kali dibagikan dan ada 1.664 netizen berkomentar

Tanggapan Ade Armando
Sementara itu menurut pengakuan Ade, dirinya baru tahu bahwa apa yang ditulisnya di Facebook itu mendapat tanggapan positif dan negatif di wallnya.

Seperti yang dia tulis di status tertanggal 22 April 2017: "Saya baru tahu bahwa status FB saya yang menyatakan 'orang bodoh memilih Anies' menimbulkan kehebohan. Caci maki membanjir melalui berbabagai media.

Buat saya, reaksi semacam ini biasa-biasa saja.

Saya menilai memang hanya orang bodoh yang setelah menyatakan puas dengan kinerja Ahok, kemudian tidak memilih Ahok hanya karena alasan agama dan ras.

Anda bisa saja tidak setuju, tapi saya berpandangan begitu.

Tapi terus terang, menurut saya, kubu pendukung Anies ini baper sekali.

Selama berbulan-bulan, pendukung Ahok seperti saya dicap 'kafir', 'murtad', 'munafik', 'ahli neraka', 'tidak boleh disholati', 'penjilat pantat Cina', dst. Itu adalah ucapan-ucapan yang luar biasa menghina dina.

Sekarang, hanya karena saya menyatakan 'pendukung Anies bodoh', mereka marah luar biasa.

Ayolah. Belajar dewasa.

[Sumber: wartakota.com]