Apakah Saya Tidak Boleh CURIGA? Kenapa Rezim Ini 'Seolah' Ingin Melupakan Tanggal 1 Oktober?



Apakah saya tidak boleh curiga?

Apa hanya saya yg baru sadar bahwa baru tahun ini 1 Juni menjadi hari libur nasional?

Iseng saya cek tahun lalu, betul tidak ada tanggal merah di 1 juni. Lalu saya cek tanggal 1 Oktober tidak ada tulisan hari kesaktian Pancasila seperti dulu, juga tidak pernah ada lagi upacara di 1 oktober di rezim Jokowi. Saya tanya apakah PNS upacara hr ini 1 Juni? Kebetulan yg saya tanya menjawab ya.


Kenapa rezim ini "seolah" ingin melupakan tanggal 1 oktober ? Hari dimana PKI tumbang setelah melakukan pembantaian yg sangat biadab di tanggal 30 September? Dan ditanggal 30 september tdk ada lagi pengibaran bendera setengah tiang maupun pemutaran film dokumenter. Seperti ingin menghapus ingatan rakyatnya tentang bahaya laten komunis. Seingat saya di rezim SBY sy masih ikut mengibarkan bendera 1/2 tiang.

Lalu baru saja saya baca tulisan pak Yusril Ihza Mahendra yg membuat saya membuka lagi catatan tentang lahirnya Pancasila, adalah benar yg disampaikan beliau bahwa Pancasila di gagas 1 Juni dan disahkan 18 Agustus. Well seperti layaknya bayi memang selalu dirayakan dan dikenang adalah saat dilahirkan bukan saat dibuat. Tapi ya sudahlah mgkn rezim ini lebih menyukai pancasila versi bapak Soekarno, yg isinya banyak perbedaan dari yg sekarang kita hafal, silahkan search sendiri biar tambah wawasan.

Namun adalah lumrah jika saya akhirnya menjadi curiga ada apa dgn rezim ini? Dan menjadi begitu ingin sekali bertanya kepada almarhum bapak Soekarno, pak jika seandainya bapak masih hidup dan melihat Indonesia sekarang, melihat kelakuan anak cucu bapak memimpin negeri ini, melihat partai anak bapak membuat kebijakan untuk negeri ini, apakah bapak akan bangga atau menyesal dan kecewa?

Hmmm... kalau dilihat dari senyumnya sih seperti ada tawa yg tertahan, tawa yg menutupi lara.

[Sumber: FB - Nina Khu]