Surat Perintah Pengamanan Kepulangan Rizieq Beredar, Polisi SYOK



Karo Penmas Polri Brigadir Jenderal Rikwanto mengaku terkejut saat mengetahui surat perintah pengamanan kepulangan M. Rizieq Shihab beredar. Menurut Rikwanto, surat tersebut masih bersifat draft.


"(Surat) yang beredar itu draf di bagian admistrasi. Harusnya tidak keluar ke mana-mana. Saya juga syok kamu dapat (surat) darimana?" timpal Rikwanto saat ditemui wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (10/6).

Rikwanto menambahkan, surat tersebut merupakan surat biasa. Hanya saja, belum ada cap resmi dari institusi kepolisian.

"Itu surat biasa saja. Suratnya belum keluar. Belum sah. Belum resmi. Karena masih draf. Masih di bagian administrasi saja," paparnya.

Berdasarkan aturan yang ada diinstitusi kepolisian, surat tidak diizinkan keluar jika tidak ada cap atau stempel resmi. Meski pun sudah tercantum tanggal kegiatan.

"Kan belum ada stempel, belum keluar. Ya belum diberlakukan dong. Nanti stempel dikasih nomor, baru ada pemberlakuan," pungkasnya.

Sebelumnya, beredar salinan surat perintah dari Kapolresta Bandara Soekarno Hatta (Soetta) Komisaris Besar Arief Rachman terkait kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab, di kalangan wartawan, Sabtu (10/6).

Dalam surat bernomor Sprin/694/VI/2017, tanggal 9 Juni 2017 yang ditandatangani langsung oleh Arief itu, berisi permintaan kesiapan pengamanan antisipasi kepulangan Rizieq dari Arab Saudi ke Indonesia.

Aparat wilayah hukum Polresta Bandara Soetta diminta untuk bersiaga pada Minggu 11 Juni 2017 sejak pukul 13.00 WIB hingga selesai.

Adapun Kapolresta Bandara Soetta Komisaris Besar Arief Rachman sudah membantah perihal surat kesiapan pengamanan antisipasi kepulangan Rizieq besok yang beredar di kalangan wartawan. [Sumber: rmol.com]